Manchester United kalah

MU Stagnan Sementara Tim-tim Rival Berkembang

Manchester United saat ini sedang berada dalam posisi sulit setelah menelan tujuh kekalahan dalam sembilan pertandingan terakhir di seluruh ajang kompetitif.

Catatan minor tersebut membuktikan bahwa MU yang sekarang memang belum cukup bagus, kinerja Ole Gunnar Solskjaer yang baru saja ditunjuk menjadi manajer permanen pun mulai diragukan.

MU tidak lagi tampak seperti tim besar yang jadi identitas mereka bertahun-tahun silam. Pasca dipermalukan Everton 4 gol tanpa balas akhir pekan lalu, kemudian dikalahkan Man City 0-2 tengah pekan ini, harapan MU menembus empat besar semakin sulit.

Di masa lalu, Manchester United merupakan tim yang biasa bersaing merebut trofi, tetapi sekarang Paul Pogba dan kawan-kawannya harus berjuang habis-habisan untuk sekadar menembus empat besar. Situasi tersebut membuktikan bahwa The Red Devils hanya stagnan berada di tempat ketika tim-tim lain berkembang pesat.

Mengkhawatirkan
Mantan pemain MU, Paul Ince sedikit was-was dengan masa depan MU. Jika MU terus begini-begini saja ketika tim-tim rival terus berkembang, bisa jadi MU sudah terlalu jauh tertinggal untuk kembali jadi tim besar. MU harus segera melakukan perubahan besar-besaran.

“Saya melihat kondisi klub saat ini dan masa depannya mengkhawatirkan. Mereka tertinggal sangat jauh dari tim-tim rival. Mengapa pemain-pemain itu tampil sangat baik ketika Ole baru datang dan sekarang tidak?” ungkap Paul Ince kepada tribalfootball.

MampukahSolskjaer?
Lebih lanjut, Ince meragukan kualitas Solskjaer untuk membangun MU dalam jangka panjang. Melatih MU yang sekarang bukan tugas melatih biasa, Solskjaer menghadapi tantangan besar untuk membangun MU besar-besaran. Sayangnya, kualitas Solskjaer masih belum cukup.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *